10 Tahun Perjalanan Hardin Laomo Membangun Wakatobi

6018

WAKATOBI, spiritsultra.id – H. Hardin Laomo, SE merupakan salah satu figur yang pernah menjabat di struktural Pemerintahan Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara sejak tahun 2004 lalu.

Sebelumnya, pada tahun 1981, Hardin Laomo sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diangkat melalui wilayah Perindustrian Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dan berpindah tugas sebagai Pejabat Struktural di Kantor Perindustrian, Kabupaten Buton pada tahun 1986.

Pada tahun 1992, menjabat sebagai anggota legislatif, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton periode pertama selaku wilayah pulau Kaledupa.

Sistim lama pada masa itu masih diperbolehkan PNS dalam kepengurusan Golongan Karya melalui tiga jalur yakni A-B-G. Jalur A berkaitan dengan Keluarga Besar ABRI, Jalur B pada Birokrasi dan Jalur G untuk Golongan Karya (Golkar) yang belum menjadi partai dimasa itu.

Pada periode ke dua 1997 dimasa jabatannya sebagai anggota DPRD, Kabupaten Buton, muncul sistim peraturan baru, bahwa selaku PNS tidak diperbolehkan. Saat itu Hardin Laomo memilih untuk tidak berpartai dan melanjutkan profesinya sebagai PNS.

Penerapan aturan dan perubahan dimasa itu,
18 Desember 2003 Kabupaten Wakatobi resmi ditetapkan sebagai Kabupaten pemekaran di Sulawesi Tenggara yang terbentuk berdasarkan Undang-Undang,  Nomor 29, tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Bombana, Kabupaten Wakatobi dan Kabupaten Kolaka Utara.

Penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten Wakatobi sebagai daerah otonom secara resmi ditandai dengan pelantikan Syarifudin Safaa sebagai pejabat Bupati Wakatobi pada tanggal 19 Januari 2004 sampai dengan tanggal 19 Januari 2006 dan Hardin Laomo selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Kemudian berdasarkan hasil pemilihan kepala daerah secara langsung (28 Juni 2006 – 28 Juni 2011) periode pertama, Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi yang terpilih yaitu Ir. Hugua dan Ediarto Rusmin, BAE dan Hardin Laomo diberikan kepercayaan menjadi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wakatobi tahun 2008.

Dan pada pertengahan 2009, Hardin Laomo menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Wakatobi sampai tahun 2013. Saat itu, 28 Juni 2011 – 28 Juni 2016, Hugua berpasangan dengan H. Arhawi (periode kedua).

Masa kepemimpinan dua periode, Bupati Hugua dengan visi misi prioritas membangun Daerah Pariwisata dan didukung dengan pembangunan infrastruktur.

H. Hardin Laomo, SE (lelaki Kaledupa) mendapat amanat dari partai untuk kembali melanjutkan pembangunan daerah Wakatobi. Dalam catatan pentingnya, menghidupkan kembali makna-makna semboyan leluhur masyarakat Wakatobi.

Penerapan nilai-nilai kearifan lokal seperti kejujuran dan ketegasan dalam bersikap yang dapat memperkuat penyelenggaraan Pemerintahan, jujur dan tegas pada tugas-tugasnya.

Falsafah hidup yang diutamakan Hardin Laomo seperti semboyan Gausatoto dengan simbol ‘Tara, Turu, Toro, Taha dan Toto dalam menggali nilai-nilai kearifan lokal, diadopsi ke dalam tatanan birokrasi Pemerintahan.

Teguh pendirian dan tidak ragu-ragu dalam mengambil sikap dan masyarakat Wakatobi harus tahan menghadapi segala tantagan hidup serta nilai-nilai kearifan budaya lokal dapat diterapkan dan dipastikan kerukunan hidup antarwarga tetap terjaga demi membangun daerah bersama-sama.

Penulis: La Ode
Editor   : Colly

Komentar Anda