Bawaslu Sultra: Sebanyak 86 ASN Lakukan Pelanggaran Netralitas Jelang Pilkada 2020

2643

KENDARI, spiritsultra.id – Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS) selalu menjadi pusat perhatian dan sorotan dalam setiap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Tercatat sebanyak 86 ASN di Sulawesi Tenggara (Sultra) melalukan pelanggaran netralitas pada aktivitas partai politik jelang Pilkada serentak yang bakal digelar pada 9 Desember 2020.

Ketua Bawaslu Sultra, Hamiruddin Udu mengatakan, ASN yang melanggar diproses oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), ucapnya ketika ditemui diruang kerjanya. Selasa (11/8/2020).

Pelanggaran ASN tersebut, kata dia, sering terjadi pada aktifitas di Media Sosial seperti Facebook yakni, dengan meliki dan mengomentari status salah satu Pasangan Calon (Paslon) Kepala Daerah, ikut kampanye, memasang baliho, spanduk, stiker dan juga tidak diperbolehkan foto bersama apalagi menghadiri deklarasi.

“Juga tidak diperbolehkan menarik orang untuk mengkapanyekan Paslon, apalagi memfasilitasi,” tutur Hamiruddin kepada spiritsultra.id.

Sebagai Aparatur Sipil Negara, seharusnya melayani masyarakat sesuai dengan tugas-tugasnya. Kalau ASN melakukan aktivitas pribadinya terkait dengan kegiatan politik, akan diberhentikan dengan beberapa proses dari pihak KASN.

“Kadang-kadang ASN ini berpikir, bahwa kalau tidak berpihak kepada calon tertentu, tidak diperhatikan karirnya, bahkan dinonjob dan Pasal 69 UUD Pilkada, kata Hamiruddin, kepada petahana yang menggunakan fasilitas negara akan mendapatkan sangsi pidana,” terangnya.

Lanjutnya ” Kami berharap, kepada pejabat, pembina dan para kepegawaian yang ada di daerah, harus mematuhi aturan dan kami di Bawaslu bertugas sebagai pengawasan terhadap netralitas ASN, kemudian hasil kajiannya kami kirim ke KASN untuk memberikan sangsi kepada para pelanggar”,tutupnya

Penulis: La Ode
Editor   : Colly

Komentar Anda