Dinas Pertanian Wakatobi Kembangkan 301 Kelompok Tani

860

Wakatobi, spiritsultra.id – Petani merupakan objek pembangunan yang menjadi sasaran Dinas Pertanian Wakatobi untuk dikembangkan dengan melakukan pendataan Sistem Informasi Manjemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) yang sudah masuk di Kementerian dan Dinas Pertanian Provinsi dengan beberapa Lembaga yang menjadi penyambung kerja.

Kepala Dinas Pertanian Wakatobi, Ir. Tamrin mengatakan, Simluhtan ini memuat tentang data-data petani, seperti Kelompok Tani, Profil Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Rekapan Penyuluh, Luas Lahan dan Komoditas yang terus dikembangkan di Wakatobi.

“Yang termuat di program Simluhtan sebanyak 3.263 orang yang tergabung di 301 Kelompok Tani dan 27 Gkapoktan (Gabungan Kelompok Tani) akan terus dikembangkan kepada masyarakat yang bersungguh-sungguh di bidang pertanian melalui hasil kerja bersama Dinas Pertanian dan Penyuluh disetiap wilayah masing-masing,” ucapnya.

Saat ini, menurutnya, pulau Wangi-Wangi memiliki perkembangan pertanian yang pesat, dibandingkan dengan ke tiga pulau seperti Kaledupa, Tomia dan Binongko masih minim dan akan dilakukan secara bertahap disetiap pulau nantinya.

Ia menuturkan, bulan Januari lalu, sebesar 0,75  hektar Lahan Padi sudah berhasil dikembangkan di Kelurahan Wanci, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan adalah wilayah budi daya pertanian terutama pada wilayah perdesaan yang memiliki hamparan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) atau hamparan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan, serta unsur penunjang dengan fungsi utama mendukung kemandirian dan perkembangan, ungkapnya.

“Tim penyuluh melakukan pendekatan LP2B, terutama pendekatan kepemilikan lahan yang memiliki potensi yang besar, karena kendala yang sering kami temukan dilapangan itu masalah kepemilikan lahan,” terang Tamrin ketika ditemui di ruang kerjanya. Jumat (10/7/20)

Ia membeberkan, bahwa hampir semua jenis sayur bisa dikembangkan di Wakatobi seperti sayur Sawi, Kangkung, Cabe, Tomat, Labu, Gambas, Paria atau Peria, Ketimun dan Semangka. Sayur Kol masih sulit dikembangkan.

Memperdayakan petani, tidak diukur dari output. Tugas Pemerintah adalah terus mendorong kegiatan kelompok Tani dalam menyangkut kebutuhan prasaran agar lebih mandiri dan tidak terhambat dalam pengelolaan hasil tani, tegasnya.

Digerakan penyuluhan itulah, lanjutnya, kami berikan pemahaman proses bertani secara berkelanjutan dan memperluas jaringan pemasaran atau agribisnis. kelompok tani didorong agar bisa bekerjasama dengan para tengkulak agar sistem pemasaran bisa berlangsung cepat. Dalam mengembangkan usaha pertanian tentu petani yang tergabung dalam kelompok harus diajak untuk mandiri

Dinas pertanian dalam menjalankan tugas dan fungsi bertujuan untuk mendorong peningkatan pendapatan domestik regional bruto (PDRB) kabupaten wakatobi. Untuk mewujudkan hal tersebut maka sasaran yang harus diwujudkan, peningkatan produksi dari 4 sub sektor yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. Hal ini akan berimplikasi kepada peningkatan nilai tukar, daya beli dan pendapatan petani.

Penulis: La Ode
Editor   : Colly

Komentar Anda