Puluhan Masyarakat Desak DPRD Sultra Terkait PT. OSS Menyerobot Lahan Warga 

487

KENDARI, spiritsultra.id – Puluhan masyarakat Desa Porara kecamatan Morosi Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengunjungi pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sultra, Mendesak terkait penyerobotan lahan warga yang di lakukan PT. Obsidian Stainless Steel (OSS).

Keluhan tersebut, disampaikan kepada DPRD Provinsi Sultra, dengan harapan agar lembaga legislatif itu segera memanggil PT. OSS. Persoalan suket PT. OSS yang dilewati pada lahan masyarakat.

” Perusahan asing tersebut terkesan mengeyampingkan keberadaan pemilik lahan. Pasalnya, aktivitas proyek sutet tersebut dilakukan tanpa adanya koordinasi ke warga selaku pemilik lahan,” ujar Yusuf Buhaerah, Rabu (2/12/2020)

Lanjutnya, PT. OSS tak ada itikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Sebab, perusahaan tersebut melanggar hasil kesepakatan bersama saat pertemuan di salah satu hotel di Kendari, agar pemasangan sutet dihentikan dulu, tetapi tidak dihentikan.

” Bahkan, pada 22 November kemarin, kami mendapati salah satu karyawan perusahaan yang sedang melakukan penarikan kabel di lahan kami. Berharap kepada pihak DPR agar memanggil PT. OSS untuk mencari titik temu mengenai pemasangan sutet milik PT. OSS,” terangnya.

Ditempat yang sama, Anggota Komisi III DPR Provinsi Sultra, Sudirman menaggapi aspirasi warga Desa Porara, mengatakan, bahwa pihaknya akan memangggil PT. OSS dan pihak terkait untuk medengarkan keluhan para pemilik lahan.

” Secepatnya pihak DPRD akan memanggil pihak PT. OSS, terkait keluh warga. Akan di carikan solusi, apakah mengganti rugi atau menghentikan pemasangan sutet,” ucap Sudirman.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Berdasarkan dari keluhan warga, maka pihak DPRD menerima dan melakukan pemanggilan untuk didudukan bersama terkait pemasang sutet yang di kerjakan PT. OSS. Solusi akan tercipta melalu kesepakatan bersama.

” Sesuai mekanisme, maka melalui proses pemanggilan pihak terkait, Sebelum melakukan pemasangan sutet harusnya pihak PT. OSS komunikasi dulu dengan para warga pemilik lahan,” jelasnya.

Penulis : Adi
Editor : Iyan

Komentar Anda